Monday, November 9, 2015

TEROPONG MELIHAT TELUR VERTIL SEDERHANA DAN ISTIMEWA

Cara Mengintip telur dengan alat sederhana buatan sendiri


Peneropongan telur (candling) merupakan salah satu hal yang rutin dilakukan peternak pembibit (ayam, itik, puyuh) maupun sebagian penangkar burung. Memang, belum semua penangkar burung terbiasa dengan aktivitas ini. Padahal candling sangat penting untuk memastikan apakah telur yang dierami indukan perlu diteruskan atau tidak. Kalau sejak awal sudah diketahui infertil, apalagi semua telur, pengeraman bisa segera dihentikan, sehingga waktu bisa dimaksimalkan untuk mengawinkan kembali dengan burung jantan.

Alat teropong telur (candler egg) sebenarnya dijual di beberapa toko burung terkemuka. Namun, Anda bisa juga membuat sendiri alat itu dengan menggunakan bahan sederhana dan dapat dibawa kemana-mana.

Gambar di bawah ini menunjukkan bahan-bahan yang digunakan, sistem perangkaian, dan bagaimana cara menggunakan alat teropong tersebut :



Alat diteksi telur vertil
Alat diteksi telur vertil


Bahan-bahan
Bahan candlng egg
Bahan candlng egg


Bahan aterdiri dari :




  1. Senter LED harga Rp 25.000.
  2. Pralon diameter 1" 15 cm 
  3. Isolasi hitam
Egg Candling Ready Practice
Egg Candling Ready Practice

Cara pembuatannya:
Panaskan pralon kemudian masukkan besi/kayu/muntu atau apa saja yang dapat membaut lubang pralon menjadi besar
Lakukan ini untuk 2 sisi pralon
Gosok dengan halus pada kedua uung pralon agar ketika dipakai untuk cek telur, kulit telur tidak tergores pralon
Pasang isolasi listrik 2 atau 3 kali lingkaran agar sinar tidak tembus, jadinya seperti gambar di atas

Dan inilah hasilnya :

Boy try egg candlin
Boy try egg candlin



Egg candling
Egg candling 




Egg Candling tip trik sederhana
Egg Candling tip trik sederhana



Bagaimana meneropong telur?

Agar isi di dalam telur bisa terlihat jelas, maka ruangan sebisa mungkin dibuat gelap. Silakan ambil telur burung, ayam, itik, atau puyuh dari inkubator (mesin penetas). Jika dierami induknya, maka pengambilan telur dari kotak sarang dilakukan saat induk keluar dari sarang untuk makan atau minum.

Usahakan peneropongan ini selesai dalam waktu 20-30 menit, agar telur tidak menjadi dingin. Lebih cepat lebih baik.

Untuk telur yang masa pengeramannya 21 hari atau lebih, misalnya ayam (21 hari), lovebird (23 hari), atau itik (28 hari), peneropongan bisa dimulai pada hari ke-6 s/d hari ke-10. Setelah itu tidak perlu dilakukan peneropongan lagi, kecuali tiga hari menjelang menetas. Misalnya ayam menetas pada hari ke-21, maka peneropongan terakhir bisa dilakukan pada hari ke-18. Setelah itu jangan melakukan candling lagi, karena tiga hari terakhir telur harus berada pada posisi yang tetap.

Untuk telur burung berkicau, dengan masa pengeraman bervariasi12 – 16 hari, peneropongan pertama bisa dimulai pada hari ke-5. Sedangkan peneropongan hari terakhir dilakukan tiga hari sebelum menetas. Murai batu, misalnya, memiliki masa pengeraman sekitar 14 hari, burung pleci 12 hari, burung puyuh 16 hari, dan seterusnya.

Peneropongan pertama dimaksudkan untuk mengetahui apakah telur yang ditetaskan dalam mesin tetas, atau dierami induknya di kotak sarang, fertil (subur) atau infertil (gabuk). Apabila ternyata infertil, telur harus segera dibuang (digoreng juga masih enak dan aman dari sisi kesehatan, he..he..).

Kalau Anda melakukan candling untuk kedua kalinya, misalnya 2-4 hari berikutnya, maka telur yang semula fertil memiliki dua kemungkinan. Pertama, embrio tumbuh berkembang dan denyut jantungnya terlihat jelas. Kedua, embrio diam saja alias mati muda di dalam telur. Telur dengan embrio yang mati juga harus dibuang karena di dalamnya terkandung gas ammonia yang bisa mencemari mesin tetas atau kotak sarang.

Candling yang terakhir, atau 3 hari menjelang menetas, juga dimaksudkan untuk memantau apakah embrio masih hidup atau sudah mati. Pada saat itu, jika masih hidup, embrio sudah menjadi janjin yang memiliki organ tubuh lengkap, seperti paruh, sayap, dan kaki.

Saturday, October 17, 2015

Trik Menetaskan Telur Itik/Bebek

Trik Menetaskan Telur Itik / Bebek


Yang pertama kita perhatikan adalah Pemilihan Telur Bebek yang akan kita tetaskan, untuk memperoleh Telur Bebek yang baik, disarankan untuk memiliki Indukannya sendi, jadi kita dapat memastikan bahwa Telur yang akan kita tetaskan berkualitas baik. dibandingkan kita membelinya di pasar akan membuat kita kesulitan dalam memilih Telur yang Baik.

Calon Indukan yang baik memiliki ciri sebagai berikut :
Bebek yang siap bertelur berumur 4-5 bulan.

Jenis Bebek Rambon lebih disarankakn karna dapat di Ternakan dimana saja, baik dengan digembalakan, maupun dikandang.

Untuk Telur yang Baik Memiliki Ciri :
Jangan menetaskan telur bebek yang berwarna terlalu putih atau terlalu biru (Jika telur bebek terlalu putih biasanya DOD nya kecil, jika telurnya terlalu biru biasanya susah pecah dan jika berhasil biasanya bebeknya lumpuh)

Telur bebek yang ditetaskan jangan berumur lebih dari 4 hari. Telur bebek yang berumur lebih dari 4 hari biasanya kualitasnya sudah kurang bagus

Telur dalam kondisi bersih.

Kulitnya halus.

Tebal kulitnya rata, agar saat menetas dapat serentak.

Setelah Telur Bebek yang akan di tetaskan sudah ada dan siap, kita akan mempersiapkan untuk menuju proses penetasan. Proses penetasan dapat kita lakukan dengan menggunakan Mesin Penetas Telur yang terbuat dari kayu, dimana Alat ini harus dapat menjaga suhu di dalamnya dan menjaga kelembaban-nya. untuk cara membuat Box Mesin Penetas Telur dapat dilihat disini.

Untuk apa saja yang harus dilakukan selama Telur Beber berada di dalam Mesin Penetas dapat kita simak Sebagai Berikut :

Atur suhu dan kondisikan agar terjaga stabil. Untuk umur telur 1 – 24 hari 38oC ( 99oF – 101oF )
Untuk umur telur 25 – 28 hari sebaiknya di turunkan 1 s/d 2oF

Mengatur kelembapan , yang baik dalam mesin tetas dari hari ke 1 sampai hari ke 25 yaitu antara 55% – 65% setelah hari ke 25 kelembapan sebaiknya dinaikan menjadi 75%. Pada mesin tetas sederhana untuk mengatur kelembapan dengan cara menaruh bak / baki yang diisi air di bawah rak telur dan untuk menambah kelembapan dengan menyemrot telur dengan air secukupnya setelah itu diangin anginkan, dilakukan setiap beberapa kali ( 2 – 3 kali ) dalam satu hari pada saat pembalikan telur.

Candling (memeriksa perkembangan telur dengan cara meneropong telur menggunakan cahaya lampu).

Pemeriksaan Pertama : Pada hari ke 4 Pemeriksaan Kedua : Pada hari ke 10
Pemeriksaan Ketiga : Pada hari ke 20, Telur yang kosong atau mati harus segera di singkirkan.
Menjaga Posisi telur dan pembalikannya secara teratur, disarankan pada jam yang sama dan jangan terlalu lama membuka Box Mesin Penetas karna suhu didalamnya akan turun dan berefek kegagalan.
Lebih Jelasnya Seperti Prosedur Dibawah ini :

  • Pada Mesin tetas sederhana biasanya sebagian penetas ada yang menempatkan telur dengan posisi tergeletak ( tiduran ) dan ada juga penetas yang menempatkan telur dalam mesin dengan posisi berdiri miring 45 derajat dengan bagian tumpul diatas.telur dan ditempatkan pada rak yang sama dari proses awal sampai akhir penetasan.
  • Pada hari ke 2 s/d hari ke 25 pembalikan telur dilakukan 3 kali sehari., telur juga perlu di angin anginkan selama 5 – 10 menit, waktu pelaksaan pembalikan telur ini dapat bersamaan dengan pembasahan ( telur disemprot air secukupnya ) biarkan pintu mesin tetas terbuka sebentar untuk mengangin - anginkan telur.
  • Setelah hari ke 25 atau pada tiga hari terakhir menjelang penetasan sebaiknya telur tidak perlu di balik / di putar. kelembapan perlu dinaikan sedikit untuk membantu proses retaknya cangkang (pipping ).
  • Semoga artikel ini dapat bermanfat dan akan membatu pembaca dalam memulai Berternak Bebek.
  • Baca juga Cara merawat Anak Bebek yang baru menetas.

----------------------   PENTING   --------------

Untuk dapat memenuhi kelembaban pada mesen tetas antara 75 - 85%, dengan cara menambahkan kawat jemutan di dalam ruang penetasan, jemuran bukan kain biasa melainkan dengan menggunakan kain pel atau kanebo sehingga lebih lama minyimpan air dan niscaya kelembaban akan terpenuhi bahkan jika kain yang dijemur banya kelembaban akan melebihi 85%

Yakin .... sudah saya coba, dari 86 butir menetas 73

Selamat mencoba.