Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Saturday, October 17, 2015

Trik Menetaskan Telur Itik/Bebek

Trik Menetaskan Telur Itik / Bebek


Yang pertama kita perhatikan adalah Pemilihan Telur Bebek yang akan kita tetaskan, untuk memperoleh Telur Bebek yang baik, disarankan untuk memiliki Indukannya sendi, jadi kita dapat memastikan bahwa Telur yang akan kita tetaskan berkualitas baik. dibandingkan kita membelinya di pasar akan membuat kita kesulitan dalam memilih Telur yang Baik.

Calon Indukan yang baik memiliki ciri sebagai berikut :
Bebek yang siap bertelur berumur 4-5 bulan.

Jenis Bebek Rambon lebih disarankakn karna dapat di Ternakan dimana saja, baik dengan digembalakan, maupun dikandang.

Untuk Telur yang Baik Memiliki Ciri :
Jangan menetaskan telur bebek yang berwarna terlalu putih atau terlalu biru (Jika telur bebek terlalu putih biasanya DOD nya kecil, jika telurnya terlalu biru biasanya susah pecah dan jika berhasil biasanya bebeknya lumpuh)

Telur bebek yang ditetaskan jangan berumur lebih dari 4 hari. Telur bebek yang berumur lebih dari 4 hari biasanya kualitasnya sudah kurang bagus

Telur dalam kondisi bersih.

Kulitnya halus.

Tebal kulitnya rata, agar saat menetas dapat serentak.

Setelah Telur Bebek yang akan di tetaskan sudah ada dan siap, kita akan mempersiapkan untuk menuju proses penetasan. Proses penetasan dapat kita lakukan dengan menggunakan Mesin Penetas Telur yang terbuat dari kayu, dimana Alat ini harus dapat menjaga suhu di dalamnya dan menjaga kelembaban-nya. untuk cara membuat Box Mesin Penetas Telur dapat dilihat disini.

Untuk apa saja yang harus dilakukan selama Telur Beber berada di dalam Mesin Penetas dapat kita simak Sebagai Berikut :

Atur suhu dan kondisikan agar terjaga stabil. Untuk umur telur 1 – 24 hari 38oC ( 99oF – 101oF )
Untuk umur telur 25 – 28 hari sebaiknya di turunkan 1 s/d 2oF

Mengatur kelembapan , yang baik dalam mesin tetas dari hari ke 1 sampai hari ke 25 yaitu antara 55% – 65% setelah hari ke 25 kelembapan sebaiknya dinaikan menjadi 75%. Pada mesin tetas sederhana untuk mengatur kelembapan dengan cara menaruh bak / baki yang diisi air di bawah rak telur dan untuk menambah kelembapan dengan menyemrot telur dengan air secukupnya setelah itu diangin anginkan, dilakukan setiap beberapa kali ( 2 – 3 kali ) dalam satu hari pada saat pembalikan telur.

Candling (memeriksa perkembangan telur dengan cara meneropong telur menggunakan cahaya lampu).

Pemeriksaan Pertama : Pada hari ke 4 Pemeriksaan Kedua : Pada hari ke 10
Pemeriksaan Ketiga : Pada hari ke 20, Telur yang kosong atau mati harus segera di singkirkan.
Menjaga Posisi telur dan pembalikannya secara teratur, disarankan pada jam yang sama dan jangan terlalu lama membuka Box Mesin Penetas karna suhu didalamnya akan turun dan berefek kegagalan.
Lebih Jelasnya Seperti Prosedur Dibawah ini :

  • Pada Mesin tetas sederhana biasanya sebagian penetas ada yang menempatkan telur dengan posisi tergeletak ( tiduran ) dan ada juga penetas yang menempatkan telur dalam mesin dengan posisi berdiri miring 45 derajat dengan bagian tumpul diatas.telur dan ditempatkan pada rak yang sama dari proses awal sampai akhir penetasan.
  • Pada hari ke 2 s/d hari ke 25 pembalikan telur dilakukan 3 kali sehari., telur juga perlu di angin anginkan selama 5 – 10 menit, waktu pelaksaan pembalikan telur ini dapat bersamaan dengan pembasahan ( telur disemprot air secukupnya ) biarkan pintu mesin tetas terbuka sebentar untuk mengangin - anginkan telur.
  • Setelah hari ke 25 atau pada tiga hari terakhir menjelang penetasan sebaiknya telur tidak perlu di balik / di putar. kelembapan perlu dinaikan sedikit untuk membantu proses retaknya cangkang (pipping ).
  • Semoga artikel ini dapat bermanfat dan akan membatu pembaca dalam memulai Berternak Bebek.
  • Baca juga Cara merawat Anak Bebek yang baru menetas.

----------------------   PENTING   --------------

Untuk dapat memenuhi kelembaban pada mesen tetas antara 75 - 85%, dengan cara menambahkan kawat jemutan di dalam ruang penetasan, jemuran bukan kain biasa melainkan dengan menggunakan kain pel atau kanebo sehingga lebih lama minyimpan air dan niscaya kelembaban akan terpenuhi bahkan jika kain yang dijemur banya kelembaban akan melebihi 85%

Yakin .... sudah saya coba, dari 86 butir menetas 73

Selamat mencoba.

Tuesday, June 30, 2015

CARA MEMBUAT MESIN PENETAS TELUR

PANDUAN
CARA MEMBUAT MESIN
PENETAS TELUR

DILENGKAPI CARA MEMILIH TELUR FERTIL
DAN CARA MEMBUAT MESIN TETAS MANUAL


Mesin Tetas Manual

Tidak dapat dipungkiri penetasan dengan mesin penetas sangat membantu peternak dalam mengembangkan usaha peternakan. Dalam sekali penetasan peternak dapat menetaskan puluhan bahkan ribuan telur, tergantung kapasitas mesin tetas yang digunakan. Mesin tetas dibagi menjadi 2 yaitu mesin tetas manual dan mesin tetas full otomatis, di buku panduan ini akan membahas dan belajar cara membuat mesin tetas manual yang juga dilengkapi dengan panduan memilih telur yang dapat ditetaskan. Pada dasarnya system kerja mesin tetas manual dan mesin tetas otomatis adalah sama yaitu untuk mengganti atau mengambil alih peran indukan dalam proses penetasan sesuai dengan suhu dan kelembaban alamiyahnya.

Dalam membuat mesin tetas ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut:
  1. Bahan yang digunakan : Disarankan menggunakan bahan yang relative tidak mudah terpengaruh oleh perubahan suhu luar ruangan seperti triplek, kayu, partikel, karena bahan-bahan ini tidak mudah terpengaruh terhadap suhu luar ruangan dengan ketebalan 1 – 2 cm
  2. Ventilasi udara : Ketika proses penetasan telur membutuhkan sirkulasi udara yang baik untuk menunjang prose penetasan. Dengan kandungan oksigen 21% dan karbonhidroksida hanya 5%, karena embrio telur yang ditetaskan akan mengeluarkan karbonhidroksida sehingga ventilasi yang baik akan membantu proses penetasan.
  3. Suhu dan kelembaban : Suhu dan kelembaban adalah hal yang fital dalam proses penetasan, perubahan suhu dan kelembaban yang tidak terkontrol akan berakibat pada gagalnya proses penetasan, masing-masing unggas memiliki kebutuhan suhu dan kelembaban yang berbeda-beda (berkisar antara 100 – 104oF atau 37 – 40oC, skala suhu dapat dilihat pada thermometer, sedangkan untuk kelembaban berkisar antara 60 – 60% skala kelembaban dapat dilihat pada hygrometer.
  4. Ukuran kotak penetas : Jumlah telur yang akan ditetaskan tergantung dengan luas kotak penetas yang disediakan sebagai contoh:
                        a. Ukuran 40 X 40 X 40 untuk 50 butir telur ayam
                        b. Ukuran 60 X 50 X 40 untuk 100 butir telur ayam
                        c. Ukuran 100 X 40 X 40 untuk 160 butir telur ayam
                        d. Ukuran 100 X 90 X 40 untuk 200 butir telur ayam
                        e. Bebas sesuai keinginan atau bahan yang tersedia


Cara membuat mesin penetas telur
Setelah mengetahui syarat dan ketentuan dalam membuat mesin penetas telur, kita sudah siap untuk membaut mesin tetas.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat mesin penetas telur dengan kapasitas 50 butir telur:

  1. Triplek, papan kayu atau partikel untuk membuat kotak atau boks penetas, ukuran sesuai dengan kebutuhan, jangan menggunakan bahan yang terlalu tipis karena suhu tidak akan mencapai suhu yang diinginkan
  2. Kawat kasa untuk membuat rak mesin
  3. Karyu reng sebagai penyangga rak telur tetas
  4. Baki sebagai tempat air untuk menjaga kelembaban
  5. Paku
  6. Lampu 5 watt dua buah
  7. Kabel secukupnya
  8. Saklar
  9. Steker untuk mkenghubungkan dengan sumber listrik
  10. Kaca transparan untuk melihat kondisi suhu, telur pada mesin penetas dan ketersediaan air
  11. Thermostat untuk mengendalikan suhu agar stabil
  12. Thermometer untuk melihat berapa suhu pada mesin penetas


Alat yang dibutuhkan:

  1. Gergaji kayu
  2. Penggaris siku
  3. Paku
  4. Tang
  5. Obeng
  6. Pensil
  7. Meteran
  8. dll


Cara membuat mesin penetas kapasitas 160 butir telur:


1. Potong triplek 100  X 40 cm sebanyak 4 lembar
2. Untuk potongan 100 X 40 salah satu sisi atas diberi lubang kira-2 diameter 5 - 8 cm untuk ventilasi
3. Potong triplek 40 X 40cm sebanyak 2 lembar
4. Thermostat dipasang di atas ram penetasan agar mudah dilihat

Thermostat dipasang di atas ram penetasan salah satu potongan kotak penetas seperti pada gambar dibawah ini, sedangkan untuk rangkaian listrik/cara menghubungkan lampu pijar dengan thermostart adalah sebagai berikut


Pengaturan suhu otomatis dan kelembaban
Setelah selesai merangkai mesin tetas langkah selanjutnya adalah mengatur suhu sesuai dengan standar yang diinginkan, seperti gambar dibawah ini



Cara mengatur suhu seperti gambar, harus dipantau dengan menggunakan thermometer agar suhu sesuai dengan suhu yang diinginkan lihat gambar di bawah ini.


Lihat garis merah pada thermometer untuk melihat suhu yang telah dicapai pada mesin penetas telur, apabila suhu lebih dari yang diinginkan maka putar baut kapsul searah jarum jam (untuk menurunkan suhu), namun jika suhu kurang dari yang diinginkan maka putar berlawanan dengan jarum jam untuk menaikkan suhu.
Sedangkan untuk pengaturan kelembaban menggunakan hygrometer. Bila kelembaban kurang dari 50 – 60%, maka tambahkan air pada baki (ada beberapa peternak yang menambahkan garam pada air untuk menaikkan kelmbaban). Sedangkan apabila kelembaban melebihi yang diinginkan kurangi jumlah air dalam baki.

Mengoperasikan Mesin Tetas
Sebelum menjalankan proses penetasan dengan mesin yang baru saja kita buat disarankan untuk melakukan sterilisasi mesin penetas untuk menghindari gangguan dari makhluk asing (bakteri atau kuman yang tidak diinginkan) sterilisasi dapat dilakukan dengan menggunakan formalin pembersih kandang atau dengan bahan lain yang mempunyai fungsi yang sama (formalin atau bahan sterilisasi bias didapatkan di toko peternakan atau pakan unggas)
Begitu pula ketika mesin telah selesai digunakan, lakukan proses sterilisassi kembali karena pada umumnya limbah cangkang dapat memancing datangnya berbagai jenis kuman dan bakteri, kebersihan mesin tetas sangat mempengaruhi keberhasilan mesin penetas. Untuk proses sterilisasi dapat dilihat pada label formalin yang digunakan.


Pemilihan telur
Perlu dimengerti tidak semua telur dapat ditetaskan, telur yang dapat ditetaskan hanya telur yang mempunyai syarat sebagai berikut:

  1. Memiliki berat normal (ayam kampung mempunyai berat 40 – 45 gram)
  2. Memiliki bentuk yang normal (untuk ayam kampong 3:4)
  3. Keadaan kulit cangkang bersih dari kotoran
  4. Rongga udara terlihat jelas dibagian tumpul dan tidak berpindah-pindah (dapat dilihat dengan teropong telur)
  5. Umur telur tidak lebih dari 5 hari
  6. Rasio induk jantan dan betina 1 : 8 maksimal
  7. Umur jantan dan betina tidak boleh kurang dari 12 bulan
  8. Tidak terdapat kecacatan seperti retak, permukaan yang terlalu kasar, cangkang yang lembek, bagian kuning dobel.
  9. Tidak berbau busuk


Faktor yang mempengaruhi telur

  1. Kesehatan induk bagus dan asupan nutrisi pada induk memenuhi syarat
  2. Rasio induk jantan dan betina 1 : 8 maksimal
  3. Umur jantan dan betina tidak boleh kurang dari 12 bulan
  4. Pola perkawinan terkontrol atau terhindar dari kawin sedarah.
Persiapan telur
1. Perlakuan pada telur
    - Bersihkan telur dengan air hangat , alcohol 70%, formalin 40%
    - Telur yang akan ditetaskan disimpan dengan kisaran suhu 10-18 dertajat celcius dan kelembaban
       60 – 75% (penyimpanan telur yang benar rongga udara ada diatas atau yang runcing dibawah dan
       tidak boleh lebih dari 5 hari)

2. Periode penetasan pada beberapa jenis unggas

No    Ungghas              Waktu       Pemutaran        Temperatur F         Kelembaban
1.      Ayam                     21               18                     100-102                  55-60
2.      Bebek                    28                25                    100-102                   60-70
3.      Entok                  35-37          31-33                   98-100                      70
4.      Dara                    14-17          12-15                   98-100                    55-66
5.      Puyuh                 14-17           12-15                  98-100                    55-60
6.      Walet                  14-16           12-14                   90-92                     55-60


Pelaksanaan penetasan
Posisi telur yang disarankan diletakan pada posisi kemiringan 40 derajat dan bagian runcing dibawah bagian tumpul di atas
Perlu diingat posisi telur lancip selalu berada di bawah dan tumpul selalu berada di atas dengan kemiringan 45 derajat


Teknis pelaksanaan penetasan telur ayam
Hari 1     : Setelah mesin dihidupkan masukkan telur dengan kemiringan 40 derajat.
                 Suhu toleransi penetasan 37,8 – 40 derajat, sedangkan suhu terbaik untuk penetasan
                 berkisar antara 380C - 390C, diamkan dalam mesin tetas (mesin tetas jangan dibuka
                 selama 48 jam atau 2 hari) sebagai usaha untuk meminimalisasikan perubahan suhu.
Hari 2    : Mesin tetas jangan dibuka
Hari 3    : Mulai melakukan pemutaran telur (telur dibalikkan selama 3X sehar pagi, siang dan
                malam)
Hari 4    : Kegiatan pemutaran dilakukan seperti hari ke 3 dan ventilasi dibuka ¼ serta cek apakah air
                masuh ada atau tidak
Hari 5    : Kegiatan sama seperti hari ke 4 hanya lubang ventilasi dibuka ½
Hari 6    : Kegiatan sama seperti hari ke 5 hanya lubang ventilasi dibuka ¾
Hari 7    : Pemutaran telur tetap dilakukan selama 3 X sehari dan mulai dilakukan peneropongan
                telur, sebaiknya dilakukan pada malam hari agar hasil peneropongan dapat berjalan dengan
                baik dan maksimal
                - Telur kosong, telur bersih atau bening, tidak ada tanda-tanda kehidupan
                - Telur mati, terlihat adanya bitntik hitam dan tidak ada tanda kehidupan
                - Telur mati, seperti pelangi yang berwarna merah dan bintik berwarna hitam tanpa tanda
                   kehidupan
                - Telur hidup, Terdapat rambut urat, rongga udara kelihatan meluas da nada tanda
                   kehidupan
                Telur yang fertile dimasukkan kembali ke mesin tetas sedangkan telur yang infertile harus
                segera dipisahkan. Telur yang kosong masih bias dimanfaatkan untuk dikonsumsi.
Hari 8    : Kegiatan Masih berkisar pada pemutaran telur 3 X sehari
Hari 9    : Masih seperti hari ke 8 (cek air)
Hari 10  :  Masih seperti hari ke 9
Hari 11  : Masih seperti hari ke 10
Hari 12  : Masih seperti hari ke 11
Hari 13  : Masih seperti hari ke 12
Hari 14  : Masih seperti hari ke 13, kembali lakukan peneropongan
                 - Telur hidup bintik kehidupan dan serabut urat semakin meluas, tampak adanya pegerakan
                   embrio di dalam telur
                - Telur mati, bintik atau gumpalan hitam kehidupan jelas tidak ada pergerakan embrio
Hari 15  : Masih seperti hari ke 14 ( diputar saja tidak perlu diteropong lagi)
Hari 16  : Masih seperti hari ke 15
Hari 17  : Masih seperti hari ke 16
Hari 18  : Masih seperti hari ke 17
Hari 19  : Berhenti pemutaran, telur sudah mulai retak, tambahkan air (tips yang disarankan untuk
                menyemprotkan air pada telur dengan sprayer untuk menambahkan kelambaban)
Hari 20  : Masih seperti hari ke 19
Hari 21  : Seluruh kegiatan penetasan selesai, karena semua telur telah menetas bila ada telur yang
                tidak menetas tinggalkan saja dan buang karena telur mati. Buka seluruh ventilasi dalam
                mesin agar terjadi sirkulasi udara yang baik, untuk sementara ayam yang baru saja menetas
                dibiarkan dalam mesin penatas dengan suhu 40 derajat.
Hari 22 : Anak ayam sudah bisa dipindahkan dalam kandang-kandang yang digunakan haruslah
               kandang yang bersih, hangat bisa diberi lampu agar kehangatan kandang terjaga.

           

                                                      “SELAMAT MENCOBA”




Contok mesin tetas full otomatis (gak usah balak-balik telur)

Mesin tetas siap pakai
Mesin tetas siap pakai

Mesin Menunggu supplay telur
Mesin Menunggu supplay telur

Menunggu telur
Menunggu telur

Runing Test
Runing Test